Salam Ukhuwah

Ikatan ukhuwah yang senantiasa terjalin untuk bersama sama berjuang di jalan Allah

Training Moslem Managerial Leadership Camp Nasional Angkatan II (MMLC Nasional II)

Sebuah pelatihan kepemimpinan yang ditanggung jawabi oleh FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Fakultas Kedokteran Indonesia) dimana peserta dari pelatihan ini berasal dari Fakultas Kedokteran dari berbagai Universitas di seluruh Indonesia.

Suasana Pemberian Materi Pada MMLC Nasional II

Para peserta MMLC nasional tampak antusias menerima materi

Foto bareng akhwat MMLC Nasional II

Semangat juang yang nampak di wajah para pejuang akhwat MMLC Nasioanl II

Outbond Super Seru MMLC Nasional II

Foto bareng para peserta MMLC seakan menampakkan kesolidannya

Minggu, 02 September 2012

Marketing syiar


Marketing syiar 


Diskusi : mas yasjudan
Bismillahirrohmanirrohim…
Marketing syiar yaitu salah satu strategi dalam berdakwah sehingga banyak orang tertarik terhadap islam dan dakwah. Marketing atau proses syiar dalam lembaga dakwah kampus adalah hal yang sangat penting, karena memang tugas utama LDK adalah syiar. LDK adalah lembaga dakwah yang tugasnya mensyiarkan Islam. Dalam marketing syiar seseorang dituntut untuk memiliki satu aspek yang sangat penting, yaitu aspek mempengaruhi.
Selain aspek diatas, dalam marketing syiar seseorang juga harus bisa menciptakan legiatimasi, sehingga orang atau seseorang yang mendengarkan akan menanamkan kepercayaan terhadap apa yang kita sampaikan.
                Segi pengemasan dan iklan dalam marketing syi’ar harus baik, yang dimaksud baik adalah sesuai dengan kebutuhan objek dakwah selaku konsumen sehingga adanya ketertarikan dari objek dakwah terhadap apa yang kita serukan.
                Kita dapat memanfaatkan sifat pemuda yang merupakan objek dari dakwah kita yaitu rasa ingin tahu yang tinggi dan proses pencarian jati diri. Jika kita mampu memanfaatkan sifat-sifat ini dengan menanamkan ajaran-ajaran Islam secara perlahan dengan membina kader agar ia memiliki kekuatan Qur’aniyah yang kuat, dimulai dari belajar membaca, tahsin yang baik, membaca tafsir, menghafal hingga mengamalkannya maka Insya Allah akan lahir seorang pemimpin berkarakter Islami.
                Selain itu, kita selaku ADK harus senantiasa memperbaiki diri, yaitu dengan cara meningkatkan kapasitas diri sebagai seorang da’I,
Dalam setiap perjalanan dakwah pasti akan ditemukan banyak sekali hambatan, untuk itu marketing syiar diharapkan dapat meminimalisasi hambatan hambatan yang mungkin terjadi.
karena dakwah adalah
“Panggilan Hati untuk Memanggil Hati”

Marketing dan Manajemen Syiar


Marketing dan Manajemen Syiar


Riswan Febrianto

Marketing dan Manajemen Syiar, sebuah terminologi yang terdiri dari 3 kata yang masing-masing berasal dari disiplin ilmu yang tidak sama. Marketing dan manajemen sering kita temukan dalam ilmu ekonomi. Sementara syiar lebih banyak kita diskusikan bila sedang berbicara tentang ilmu agama. Marketing menurut Oxford Learner’s Pocket Dictionary memiliki definisi ‘part of business concerned with the advertisement, selling, and distribution of goods.’ Penekanannya adalah pada pengiklanan, penjualan, dan peredaran dari suatu ‘barang’. Selanjutnya manajemen, secara sederhana adalah upaya mengatur dan mengerahkan berbagai sumber daya, mencakup manusia (man), uang (money), dan barang (material). Terakhir, syiar. Syiar bila dikonversikan ke dalam bahasa kita, dapat dipahami dengan artian mengajak, menyeru, serta mempengaruhi. Definisinya dapat dijelaskan sebagai berikut: mengajak, menyeru, atau mempengaruhi orang lain kepada agama Allah (Islam). Jadi, marketing dan menajemen syiar kurang lebihnya dapat kita maknai sebagai suatu usaha untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada untuk kemudian kita ‘jual’ kepada orang banyak sehingga mereka terpengaruh dan hasil akhir yang diharapkan adalah mereka dapat berkumpul dengan kita untuk kemudian bersama-sama merasakan indahnya Islam.
Marketing yang bagus, salah satunya dicontohkan oleh rokok. Meskipun di setiap kemasannya tertulis dengan sangat jelas “Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin” tetapi dalam setiap iklan yang ditampilkan baik di media elektronik maupun media massa, mereka selalu mampu menampilkan kesan yang elegan, dinamis, prestatif dan kesan-kesan positif lainnya. Tidak pernah tampak kesan negatif sedikitpun. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah penghisap rokok terus meningkat. Mungkin yang bisa kita tiru dari sana adalah cara pencitraan kesannya. Jadi selain kita aktif berdakwah, mensyiarkan kalimat-kalimat Allah di kampus, kita juga harus membangun sebuah pencitraan, kesan bahwa seorang ADK (Aktivis Dakwah Kampus) adalah mahasiswa yang ramah, pandai bergaul, berwawasan luas, berprestasi dan lain-lain agar orang lain lebih tertarik dengan seruan kita.
Dalam marketing syiar sedikitnya terdapat dua aspek utama, yang pertama da’i sebagai pemberi materi, dan yang kedua mad’u sebagai penerima materi. Antara da’i dan mad’u ada materi. Da’i yang ideal adalah ilmu sebelum amal. Seorang da’i haruslah mengunduh ilmu dari berbagai sumber yang ada, mencuri dari orang-orang yang lebih pandai, merampasnya dari para ilmuwan, mengambil ilmu sebanyak mungkin dari mana saja dia mampu. Dalam Islam, kita sudah diperintahkan untuk tidak segera puas dalam 3 hal: ibadah, sedekah, dan ilmu. Menuntut ilmu termasuk satu dari 3 yang tersebut.  Barulah setelah memiliki ilmu yang dirasa cukup maka dakwahkanlah, tebarkanlah ilmu-ilmu yang dimilki di tempat-tempat yang ‘gersang’, siramkanlah kepada orang-orang yang sedang kehausan, tanamkanlah pada tanah-tanah yang tandus, sebarkanlah dalam jangkauan yang seluas-luasnya menembus batas-batas kemuskilan yang ada. Karena ilmu dapat menciptakan kemakmuran, memberikan kesegaran, menyemaikan kesuburan dan menimbulkan suatu keharmonisan. Lalu untuk mad’u sebagai yang diberi materi, usahakanlah dimulai dari orang-orang terdekat bisa keluarga, sahabat, teman satu kos dan terus berlanjut, lakukanlah ekstensifikasi setelah intensifikasi selasai. Tetapi janganlah kita memaksakan bahwa semua yang kita sampaikan haruslah bisa diterima dan dipahami oleh mereka dengan segera. Diperlukan sebuah keistiqomahan dalam usaha ini. Kemudian yang terletak di antara keduanya (da’i dan mad’u) adalah materi. Materi yang kita sampaikan haruslah bisa beraklimatimasi dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi agar selalu menarik mad’u. Misal jika yang sedang ramai diperbincangkan adalah perihal cinta, pacaran, nikah dan sebagainya maka cobalah sampaikan sebuah materi dengan judul “Ketika Hati dan Jiwa Tersengat Cinta”. Usahakanlah tidak memberikan materi yang terlalu banyak kepada mad’u, sedikit tapi penuh makna karena kata-kata sederhana yang diungkapkan dengan tulus dan penuh cinta, akan mampu mengubah arah kehidupan seseorang.
Lantas, mengapakah syiar ini menjadi penting? Tengoklah sejenak Qur’an dalam Surat An Nahl ayat 125;


Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[*] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
[*]Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
Ayat tersebut menjadi landasan konstitusional syar’iyah dakwah. Secara tersirat Allah menegaskan bahwa kewajiban dakwah tersematkan dalam diri tiap individu. Hukum menebarkan kalimat-kalimat Allah adalah fardlu ain, bukan fardlu kifayah! Dan tentu saja yang kemudian menjadi penting adalah marilah kembali kita luruskan niat kita, meskipun kita berjuang dalam Lembaga Dakwah Fakultas yang kita menjadi bagian darinya, tetapi tujuan akhir dari dakwah kita adalah mengajak orang lain kepada jalan Allah, bukan kepada LDF kita. Selain aibat kewajiban yang disematkan oleh ayat di atas, tidak inginkah kita dipandang baik oleh Allah? Cermatilah Qur’an dalam Surat Al Fushshilat ayat 33;

Artinya: Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
Alasan terakhir yang menjadikan aktivitas kita sebagai aktivis dakwah kampus menjadi penting adalah tempat di mana kita berdakwah. Kampus merupakan gerbang terakhir sebelum seseorang yang memiliki intelektualitas tinggi akan dilepas untuk berkarya di masyarakat. Kita harus bisa memanfaatkan peluang ini dengan cara membentuk mereka, menanamkan nilai-nilai Islam yang agung nan luhur tepat sebelum mereka benar-benar bekerja demi umat. Bila nilai-nilai ke-Islaman sudah benar-benar tumbuh dalam hati mereka, maka hasilny akan tercetak intelek-intelek bangsa yang selalu berafiliasi terhadap Islam.
            Yang terakhir dan yang terpenting adalah tugas kita hanyalah berikhtiar semaksimal mungkin, tapi tersampaikannya hidayah adalah hak prerogatif Allah.



Artinya: “Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.”

GLOBAL MARCH JERUSALEM


Resource person: Tazkia Fatimah
GMJ?



Global March to Jerusalem (GMJ) adalah terobosan inisiatif baru yang mengorganisir perlawanan tanpa kekerasan sipil, yang berlangsung pada 30 Maret 2012 di Palestina dan empat negara tetangga: Mesir, Yordania dan Libanon Suriah. GMJ ini terdiri dari beragam koalisi antara Palestina, aktivis Arab dan internasional yang bersatu dalam perjuangan untuk membebaskan kota suci Yerusalem (kota perdamaian) dari pendudukan ilegal Zionis.
Rencana mereka adalah untuk mengatur pawai besar-besaran terhadap Yerusalem, atau bila mungkin ke titik terdekat sesuai dengan keadaan masing-masing negara, di Palestina (tahun 1948, Tepi Barat dan Jalur Gaza) dan empat negara tetangga: Yordania, Mesir, Suriah dan Libanon. Internasional akan berpartisipasi dalam rute darat atau terbang langsung ke salah satu situs utama untuk berkumpul. Selain itu, protes massa akan diselenggarakan di depan kedutaan besar Israel di ibukota negara yang berbeda, atau dalam tempat umum utama di kota-kota besar dunia.

Latar Belakang GMJ Indonesia
Sejak pendudukan Zionis terhadap Palestina pada 1948, menyusul pendudukan Yerusalem (Al-Quds) pada tahun 1967, dan pengusiran warga Palestina di perbatasan pada Maret 1976, rakyat Palestina terus menerus menderita akibat kolonisasi dan zionisasi. Tindakan rasisme yang dipraktekkan Israel terhadap rakyat Palestina dan situs-situs bersejarah yang ada di kota Al-Quds hingga saat ini jelas mengancam perdamaian, disamping merupakan kejahatan kemanusiaan. Tujuan zionis adalah memaksa penduduk Palestina keluar dari Yerusalem dan seluruh tanah Palestina, segala cara digunakan, dari aksi terorisme negara, blokade ekonomi, hukum apartheid, hingga pembersihan etnis. Dari sini tercetus gagasan untuk menggelar aksi pawai guna memobilisasi masyarakat dunia yang mencintai perdamaian, menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan serta menghormati situs-situs sakral keagamaan. Aksi damai ini bertujuan untuk menyuarakan bahwa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel melalui pendudukan terhadap Al-Quds adalah kejahatan kemanusiaan. Dan Yahudisasi Al-Quds yang kian hari kian menjadi-jadi harus segera dihentikan. Sehingga praktek pembersihan etnis melalui pembangunan tembok pemisah dan pembangunan pemukiman Yahudi tidak lagi terus terjadi. Pengusiran warga Al-Quds dan penggusuran tanah serta rumah yang mereka miliki sudah saatnya diakhiri. Berbagai penodaan dan penistaan Zionis terhadap masjid suci Al-Quds sudah saatnya dihentikan.
Terdorong oleh hal tersebut dan keinginan untuk membantu Palestina dan Al- Quds, maka Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC for Palestine), sebuah wadah NGO se-Asia Pasific yang memiliki perhatian terhadap perjuangan membela Palestina akan terlibat secara aktif untuk ikut dalam aksi Global March to Jerussalem (GMJ) dan mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk mendukung aksi ini.
GMJ sendiri diikuti oleh berbagai Negara, seperti Indonesia, Malaysia, Philipina, India, Iran, Irak, Azerbaijan, Bahrain, Tajkishtan, Saudi Arabia, Turki, Jepang, Australia, USA, Jerman, Italia, Afrika Selatan, dll.
GMJ Indonesia, diikuti oleh sekitar 79 orang, yang terdiri dari sejumlah lembaga peduli Palestina, seperti MER-C, VOP (Voice of Palestine), Aqsa Working Group (AWG), Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Forum Indonesia Muda (FIM), Front Pembela Islam (FPI), I Love Muhammad Network, Perwakilan Mahasiswa, dan 3 orang jurnalis dari TV One, Metro TV, dan Republika. 28 orang diantaranya mengikuti GMJ melalui konvoi darat (rute 1) yang bertolak ke Karachi, Pakistan pada tanggal 9 Maret 2012. Sementara sisanya, sebanyak 51 orang, mengikuti GMJ melalui rute 2, yaitu langsung menuju Amman, Yordania dari Jakarta, pada tanggal 27 Maret 2012.
Dalam rangkaian GMJ, terdapat sejumlah agenda acara, yakni pertemuan dan dialog antara tokoh-tokoh Asia Pasifik, khususnya di Asia Tenggara untuk membahas dan mencari solusi atas persoalan di Jerusalem, khususnya permasalahan Al-Quds; dan pertemuan para perwakilan lembaga anggota ASPAC, sekaligus deklarasi dan pengukuhan Council Member dan Pengurus ASPAC.



Sebuah perjalanan menuju Palestina merdeka
Dalam GMJ terdapat 2 rute perjalanan, yaitu:
1.      Kampanye Rute Darat :
Delegasi dari beberapa negara seperti; Jepang, Australia, Malaysia, dan beberapa untusan dari Iran dan Pakistan akan memulai kampanye dari Jakarta kemudian langsung terbang ke India dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Pakistan, Iran, kemudian sebagian akan melalui Irak langsung ke Yordania dan sebagian melalui Turki, Lebanon  dan Yordania. Perjalanan melalui rute darat ini dimulai pada tanggal 9 Maret 2012. Selama march besar ini, mereka akan berhenti di suatu tempat untuk melakukan kampanye, yang ternyata sudah ditunggu oleh banyak warga sekitar juga. Bersama warga sekitar, mereka kampanye.
Berbagai rintangan dihadapi oleh peserta dan panitia GMJ ini. Mulai dari jauh dari keluarga, makanan seadanya, cuaca ekstrim, penolakan visa, pendeportasian mendadak, ancaman tentara Israel, serta ancaman dari adanya konflik domestik pada beberapa negara yang tengah menghadapi konflik internal. Namun mereka tidak berhenti di tengah jalan, tidak berhenti sampai Palestina atau setidaknya pada perbatasannya. “Saat itu makanan yang disediakan panitia selalu kebab yang bau dombanya sangat menyengat, namun prinsip kami disana adalah kami makan untuk hidup”, kata teh Tazkia Fatimah FK Unpad 2008, salah satu peserta GMJ dari kalangan mahasiswa. Lingkungan pun tidak selalu aman, sering kali panitia GMJ harus memastikan bahwa keadaan di luar aman, baru peserta dapat keluar ke area penginapan atau hanya sekedar buang air kecil.
Ancaman yang mereka hadapi bukan hanya secara fisik dan mental, iman pun juga harus mereka jaga dengan baik. Selama perjalanan mereka bertemu banyak orang yang mepropgandakan agama dan keyakinan. Sebagai orang muslim, kita harus menjadi orang yang mandiri. Di saat seperti ini, orang muslim harus tau mana yang halal dan haram dilakukan.
Semakin mendekati Palestina, ancaman semakin besar. Peserta GMJ disambut dengan hangat di Kedutaan Besar Indonesia di Jordania. Disitu mereka dipersiapkan sebelum berhadapan langsung dengan medan yang paling berbahaya. Dr. Jose Rizal memberikan nasihat apa yang harus mereka lakukan jika nanti mereka diserang, tertembak peluru dan jika tertangkap, kata teh Tazkia “dr. Jose berkata jika tertangkap, hal yang kalian harus lakukan terutama adalah JANGAN MENANGIS, tunggu teman-teman yang dapat lolos untuk membebaskan kalian.” Kemudian mereka berangkat dengan dibekali ambulans oleh duta besar Indonesia.
Alhamdulillah perjalan GMJ kali itu tidak diserang. Seluruh global marcher sampai pada titik perbatasan palestina.

2.      Langsung menuju Yordania pada tanggal 27 Maret 2012

Puncak Global March to Jerussalem (GMJ) berlangsung pada hari Jumat (30/3). Pernyataan sikap disampaikan oleh perwakilan masing-masing delegasi GMJ dari beberapa negara. Mereka menyuarakan antipenindasan atas penjajahan Israel atas Palestina dan menyatakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Pernyataan tersebut di sampaikan di hadapan ratusan ribu massa dari 86 negara di Maghtas, Balqa. Wilayah perbatasan Yordania-Palestina. Wakil Delegasi GMJ Indonesia, Marwah Daud Ibrahim, mengatakan sikap masyarakat dan pemerintah Indonesia sangat jelas, yaitu Palestina Merdeka. Perjuangan Bangsa Palestina merupakan simbol perlawanan terhadap segala bentuk kezaliman.

sumber:                            
Global March to Jerusalem Update http://tattyelmir.wordpress.com
Partisipasi Indonesia pada Global March to Jerusalemhttp://www.ahmadtaufik.com
Siaran tv one
           part 1 



part 2:



gm2j.com
gmjindonesia.com

Senin, 06 Agustus 2012

Asy Syaksiyah At Tanfidziyah Karakteristik Aktivis Dakwah




Hari ini semoga takdir terbaik kita
            Khusnul khotimah. Khusnul khotimah biasa didefinisikan sebagai takdir terbaik. Hakikatnya, khusnul khotimah bukan hanya terjadi pada akhir hayat umat muslim. Khusnul khotimah seharusnya bisa terjadi sepanjang hayat. Setiap hari, takdir dilangit bertaruh dengan doa kita. Apabila doa kita lebih kuat dari pada takdir buruk yang mungkin bisa terjadi, maka takdir itu bisa dikalahkan dengan doa.
            Dalam melakukan suatu amanah atau kewajiban, semua diawali dengan doa yang berbentuk niat. Atau hal ini pun termasuk dalam bentukan energi yang mungkin tidak bisa terlihat tapi pasti bisa kita rasakan kekuatannya. Setiap doa pasti akan berbalaskan, entah itu dikabulkan, diganti dengan yang lain, atau ditunda untuk diakherat.
“Amal besar bisa jadi kecil karena niat. Amal kecil bisa jadi besar karena niat”
Innamal ‘amalu binniyah
            Setelah doa yang berbentuk niat, energi yang terlihat itu dicerminkan dalam bentuk antusiasme. Antusiasme yang mungkin dalam bentuk semangat atau apresiasi terhadap hal yang sedang dilakukan.
Selain antusiasme, untuk menikmati hal yang menjadi kewajiban untuk dijalankan, perlu dalam kondisi rilek atau dalam fase gelombang Alpha. Kita memerlukan untuk membangun gelombang alpha karena pada kisaran gelombang alpha tubuh kita mencapai titik optimal untuk melakukan suatu kegiatan. Yakinlah bahwa kita adalah yang terbaik, dan jika kita telah berhasil mensugestikan itu di dalam alam bawah sadar kita, maka di setiap hela nafas kita akan memberikan yang terbaik.
 Setelah itu, tersenyumlah untuk menghadapi semuanya J
“jangan tunggu bahagia lalu tersenyum, tersenyumlah, itu bisa membuatmu bahagia”
            Dan berdakwah dijalan Allah pun butuh niat , antusiasme, fase gelombang Alpha dan tersenyum J
“Jangan pernah habiskan waktumu dengan perbincangan yang tidak penting. Dan apabila harus ada sebuah perbincangan, imbasnyalah hanya menambah ilmu atau keimanan”

Good to great, Jangan hanya puas menjadi bagus tetapi kita harus menjadi luar biasa.
            Because Good is the enemy of Great
                        The door is round and open, don’t go back to sleep
                                    Hamasah
Yang Lillah, takkan Lelah
Tahukah anda apa bedanya Pemimpin dengan Ketua ? Mungkin selama ini kita menganggap bahwa ketua itu pasti pemimpin , tapi ternyata bukan seperti itu kawan. Ketua adalah pemimpin struktural dalam sebuah organisasi dan dia belum tentu bisa menjadi pemimpin bagi orang yang dipimpinnya. Ketua yang merasa sudah berada di atas angin karena posisi yang dimilikinya terkadang menjadikannya lupa bahwa dia harus turun ke bawah untuk memperhatikan anggotanya, tak jarang banyak anggota yang merasa bahwa dia tidak mendapatkan figur seorang pemimpin di dalam diri ketuanya dan menjadikannya mencari figur pemimpin di dalam diri orang lain. Boleh jadi dia menemukan sosok pemimpin di dalam diri ketua bidangnya, rekan sejawatnya atau yang lain. Nah mereka inilah yang disebut sebagai pemimpin sebenarnya. Karena mereka tidak membutuhkan jabatan struktural untuk menjadi seorang pemimpin.
Tadi kita sudah sedikit menyinggung tentang Good to Great, tapi disini saya akan membahas lebih lanjut apa sebenarnya yang dimaksud dengan ungkapan diatas. Sebagian besar orang ketika dia sudah berada pada posisi nyaman, akan berhenti untuk berkembang dia akan cenderung stuck pada posisi itu, ibaratnya seperti katak dalam tempurung. Tetapi tahukah anda bahwa “There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone ?” Ini adalah ungkapan yang sering sekali dilontarkan seorang kakak kepada saya, bahwa kita tidak mampu berkembang dalam zona nyaman kita begitu pula sebaliknya tidak ada kata nyaman dalam zona yang membuat kita berkembang.
Lalu apa hubungan antara Good to Great dengan Zona Nyaman ?
Keduanya mempunyai dasar yang sama yaitu jangan pernah puas ! Teruslah berkembang setiap hari, be better everyday. Junjungan kita Rasulullah Sallahualaihiwassalam bersabda  “ barangsiapa yang amalnya hari ini sama dengan amalan keesokan harinya maka dia RUGI, sedangkan jika amalan itu lebih buruk maka dia termasuk orang yang CELAKA, dan jika amalnya itu lebih baik setiap harinya maka dia termasuk orang yang BERUNTUNG “ Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Aminn

“ Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa “
“ Allah akan meninggikan orang beriman dan berilmu beberapa derajat “
Tahukah anda berapa nilai 1 derajat itu ? Jika anda tahu pasti mulai sekarang anda tidak akan meremehkannya lagi. 1 derajat itu setara dengan perjalanan sejauh 500 tahun. Subhanallah J
Akhirnya kita sampai pada initi dari materi ini yaitu, karakteristik aktivis dakwah. Jadi dari tadi kita menghabiskan sampai 3 lembar page itu belum sampai ke materi inti ?? Tenang kawan, kita butuh warm up terlebih dahulu agar kita semakin siap dan optimal dalam menerima materi, dan 3 lembar diatas bukanlah celotehan tanpa makna tetapi saya harap kita semua dapat mengambil manfaat dari prolog diatas J
Different, mengapa kita harus tampil beda ? Karena memang kita adalah organisasi yang bergerak dalam bidang keagamaan dan satu-satunya organisasi yang mengembalikan dan mengajak manusia kembali ke hakikakt penciptaannya. Banyak sekali organisasi diluar sana yang tujuannya adalah tujuan duniawi, bergerak di atas visi dan misi duniawi. Jadi fix hanya LDF yang tujuannya adalah dunia dan akhirat.  Dan sebagai aktivis dakwah yang mengemban tugas mulia untuk peradaban, sudah semestinya kita tidak malu menampilkan identitas asli kita sebagai anggota LDF. Mungkin masih ada beberapa yang merasa masih malu mengakui dirinya sebagai anggota LDF dikarenakan beberapa hal. Kita lebih bangga menyebut diri kita sebagai anggota organisasi ini, itu dan ini itu. Ini adalah salah satu penyebab mengapa masyarakat luar tidak begitu menghargai eksistensi kita karena kita tidak membiarkan mereka mengetahui siapa sebenarnya kita. Dan jika kita tidak menghargai diri kita sendiri, makan jangan harap orang lain akan mengahargai kita.
Interaksi. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang adalah kemampuan untuk berinteraksi. Sebagai aktivis dakwah yang tugasnya adalah mengajak orang lain menuju ke kebaikan, rasanya sangat mustahil dilakukan jika kita tidak mempunyai skill komunikasi yang mumpuni. Oleh karena itu mulai dari sekarang kita harus mengasah skill komunikasi kita agar kita dapat mengajak sebanyak-banyaknya orang menuju jalan Allah. Dan asah skill komunikasi kita agar kemampuan komunikasi berkembang, jadi kita tidak hanya mampu berkomunikasi dengan sesama aktivis dakwah tetapi kita juga mampu berbaur dengan baik dan mempengaruhi orang-orang yang jauh dengan agama sekalipun. Tetapi ingat berbaur tidak untuk lebur dan menyelam berbeda dengan tenggelam. Kita berkumpul dengan mereka bukan untuk menjadi sama dengan mereka dan akhirnya lebur bersama dengan mereka tetapi kita membawa misi dan tujuan untuk membuat mereka menjadi lebih baik dan yang pasti kita harus mempunyai kontrol terhadap diri dan lingkungan kita sama halnya seperti saat kita menyelam, tetapi jika kita tenggelam kita akan terbawa arus dan akhirnya hanya menunggu kapan kita hancur.
Give Something. Muslim itu ibarat pohon kurma yang kuat dan ibarat pohon yang berbuah. Ketika pohon itu dilempari batu, digoncang dengan sekuat-sekuatnya pohon itu tetap diam dan bahkan dia memberikan buahnya kepada orang itu. Itulah kita umat muslim yang ketika dia dizalimi, dianiaya, ditindas kita tetap memberikan kebermanfaatan kita bagi orang lain. Jadi pendendam itu bukan sama sekali ciri-ciri muslim yang baik.
Fight. Berjuang tidak takut gagal, itu yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim. Yang terpenting bukanlah berapa kali kita gagal tetapi berapa kali kita bangkit. Ketika 1 pintu tertutup masih ada 999 pintu yang terbuka, dan yakinlah suatu saat nanti kita akan berhasil memasuki 1 pintu tersebut J
Problem Solver. Kita tidak boleh menambah kebuntuan di dalam masalah, tugas kita adalah menjadi problem solver bukan trouble maker. Dan ketika suasana keruh dan tidak terkondisikan disitulah diam menjadi pilihan.

Dan jika ditanya, aktivis dakwah itu orang-orang yang seperti apa ya ? Maka kita bisa menjawab bahwa aktivis dakwah itu.....
1.      Dia punya kecerdasan intelektual, dia jago merumuskan konsep , dia organisator ulung dan dia orang yang berprestasi.
2.      Dia punya sense of security, dia bisa menjaga sebuah rahasia.
3.      Dia punya sense of competition yang tinggi, dia orang dengan semangat juang yang tinggi, 1 kali dia terjatuh maka dia akan bangkit 999 kali.
4.      Dia jadi stok ide, ide-ide yang inovatif dan kreatif selalu muncul dalam benaknya tak pernah ada habisnya, dan ide-ide itu digunakan untuk kepentingan umat.
5.      Spiritualitas yang tinggi, aktivis dakwah itu selalu memberi makan ruh nya sebelum memberikan ruh kepada orang lain. Jangan sampai kita bergerak tetapi tidak memberi makan pada ruh kita.
6.      Teladan dalam amal, dimanapun dia berada dia selalu menjadi teladan untuk orang sekitarnya.

Subhanallah mulia sekali menjadi aktivis dakwah, dia diberikan karunia yang luar biasa dari Allah. Karunia iman dan ilmu yang begitu melimpah sehingga rasa ingin berbagi senantiasa muncul di setiap langkah.
And the last but not least, semoga tulisan ini membawa berkah dan kita senantiasa mendapatkan limpahan rahmat, karunia, ridho dan hidayah dari Allah.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh


Pasca MMLC 2 Nasional Unpad Bandung, Purwokerto-Cirebon-Purwodadi-Yogyakarta.
Dengan penuh cinta karena Allah.

Robi’ah Al Adawiyyah dan Amalia Choirunnisa